Pecinta kuliner fried chicken memang tidak akan pernah surut, apalagi disajikan dalam wujud baru seperti geprek dan cheese sauce nampaknya kian membuat penikmat makanan cepat saji dari pelbagai kalangan ini merasa europhia.

Hadir sejak Maret 2017, brand yang berada di bawah kibaran CV Lima Dua yakni Chicken Crush selalu optimis untuk memperluas cabangnya dan menjadi franchise kuliner pilihan yang menyebar hingga keseluruh pelosok Negeri.

“Kami berkaca pada pemimpin industri kuliner makanan cepat saji sebelumnya yakni KFC, McDonald's yang tetap sustain meski telah lam hadir. Bersyukur kini Chicken Crush sudah memiliki 5 cabang di Yogyakarta dan ada yang di Bandung. Akhir November kita mau tambah di lampung dan akhir Desember di madiun,” ungkap Owner Chicken Crush, Stevanus Roy Saputra.

Meskipun bisa dibilang pemain bisnis makanan cepat saji ini telah membludak beberpa tahun terkahir ini. Namun Stevanus menegaskan jika Chicken Crush merupakan resto fusion food yang menghadirkan kolaborasi sajian makanan Internasional dengan Nasional.

“Seperti Chicken Geprek, customer dapat merasakan sensasi fried chicken khas western dengan sambal khas Indonesia. Harga yang ditawarkan juga bisa setengah harga dari ayam brand- brand Internasional. Tapi kualitas rasa mampu bersaing!,” tandasnya.

Mengusung 4 aspek penilai menjadi komitmen bisnis kuliner resto Chicken Crush untuk terus berkembang dan mampu memiliki tempat di hati pelanggan, “Kita selalu perhatikan pelayanan, kulaitas, affordable, dan higienis demi kepuasan pelanggan”.

Harga yang ditawarkan untuk produk Chicken Crush juga terbilang relatif mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp. 14 ribu. Adapun jika customer ingin menambah topping seperti barbeque sauce, mozarella dan lainnya adalah mulai dari Rp. 3 ribu hingga Rp. 7 ribu.

Bahkan Chicken Crush juga tengah melakukan kerjasama dengan Go Food dan Grab Food sebagai strategi marketing  di era digital marketing ini. “bisnis Chicken Crush ini diharpakan dalam 2 tahun kedepan akan go internasional. Karena kami juga mengupayakan agar setiap bulan ini buka 1 outlet dan di tahun depannya setiap 2 bulan sekali buka 3 outlet. Sehingga target bertambah 20 hingga 30 cabang untuk tahun depan!,” tandasnya.

Meski memiliki obsesi untuk terus bertmabha cabang tentu pihkanya juga menyiapkan strategi agar resto Chicken Crush yang sudah berdiri juga bisa survive, “Sebenarnya bukan seberapa banyak nambahnya, tapi juga harus stabil baik dari omzet maupun restonya,” tambah Stevanus.

Adapun untuk peluang usaha Chicken Crush, nilai investasi yang ditetapkan adalah kisaran Rp. 400 juta hingga Rp. 500 juta, “Kami jamin BEP dan ROI sehat, Net juga mencapai Rp. 40 juta,” tutupnya.