Waralaba Carvil menyusul beberapa merek nasional yang sudah terlebih dahulu mengembangkan bisnisnya dengan konsep kemitraan. Merek yang eksis sejak tahun 1980-an ini telah membuka keran kerjasamanya di awal tahun 2014 lalu. Namun, sebelum menawarkan kerjasama di awal tahun, Carvil telah sukses mengembangkan prototype outlet tiga tahun sebelumnya.

“Konsep modelnya sudah kami mulai sejak tahun 2011. Artinya, sebelum kami menawarkan secara terbuka, kami sudah memiliki propotype outlet terlebih dahulu sejak tiga tahun silam. Selama tiga tahun tersebut, kami sudah memiliki sebanyak 44 prototype outlet. Dari perjalanan prototype outlet tersebut, kami melihat bisnis ini memiliki potensi yang luar biasa. Oleh karenanya kemudian di awal tahun 2014 kami membuka peluang kerjasama,” ungkap Jenny Sugijantoro, Operational Manager Carvil.

Pria yang akrab disapa Jen ini melanjutkan, untuk konsep kerjasama yang ditawarkan adalah kemitraan atau business opportunity. Dalam hal ini, sang mitra menyediakan tempat dalam bentuk ruko, kios, dan semacamnya. Syarat lokasi 60-120 m2 . Lebih bagus lagi dua lantai, sebab lantai kedua akan difungsikan untuk stok hari-hari raya dalam mengantisipasi demand pasar yang meningkat drastis. Untuk menjaga persaingan antara satu outlet dengan outlet lainnya, pusat juga memiliki kebijakan protecting area. Jadi, outlet terdekat dari outlet lainnya harus berada di radius 5 km.

“Selain itu, lokasi parkir juga harus luas. Mengapa? Sebab boleh dikatakan bisnis ini juga masuk dalam kategori seasonal business, di mana di hari-hari besar seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru dan lain sebagainya akan penuh sesak dengan pengunjung. Peningkatan omset di hari-hari tersebut bisa mencapai 6-7 kali lipat. Kalau peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana, dikhawatirkan tidak akan maksimal,” papar Jen.

Waralaba Carvil menawarkan investasi mulai dari Rp 100+ juta. Nilai investasi tersebut diperuntukan untuk pengadaan peralatan toko dan grand opening.Dengan kata lain, investor hanya cukup menyediakan tempat dan investasi peralatan, sedangkan produk inventorynya langsung dari pusat plus operasionalnya day by day. Artinya, konsep bisnis yang digunakan adalah management by operator atau franchisor operator. Di sini, investor bersifat pasif.

Dari pengalaman selama ini, ungkap Jen, omsetnya rata-rata setahun bisa di angka Rp 2-2,5 M. Artinya perbulan rata-rata 80-90 juta. Karena kembali lagi, hari-hari besar seperti lebaran bisa meningkat 6-7 kali lipatnya. Pencapaian balik modal (investasi peralatan) bisa dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun bahkan bisa di bulan ke 8 atau 9.

Waralaba Carvil , dengan konsep kerjasama ini, kata Jen, investor akan menerima share sebesar 12% dari sales perbulannya, share tersebut bisa diterima mitra selama tiga bulan sekali. Selain itu, sang mitra juga berwenang mengetahui sales toko setiap tahunnya. System memungkinkan mitra melakukan itu. Namun yang bisa dilakukan hanya monitoring sales dan inventory. Untuk masa kerjasama 5 selama tahun. Ketika kontrak habis dan mitra ingin melanjutkan kerjasama, maka sang mitra tidak ada syarat khusus maupun investasi tambahan, hanya tanda tangan perpanjangan kerjasama saja.

Isi form di bawah ini untuk menghubungi franchisor atau klik Waralaba Carvil.