JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Belakangan ini, minuman kekinian menjadi favorit kalangan milenial di tanah air. Harganya yang terjangkau dan banyaknya varian rasa yang ditawarkan membuat minuman ini pun semakin laris manis. Tak heran kalau saat ini banyak pengusaha yang mulai mengembangkan usaha minuman ini, salah satunya Ali Fajar dengan merek “Minum Berdua”.

Hadir sejak November 2019 lalu, minuman kekinian asal kota Serang ini pun mulai ekspansi dengan menawarkan peluang kemitraan. Saat ditemui FRANCHISEGLOBAL.COM beberapa waktu lalu, Ali mengaku cukup optimis kalau usahanya ini akan terus berkembang. Terlebih, minuman kekian yang menyasar milenial sudah memiliki pasar yang cukup jelas.

 “Target kami sampai akhir 2020 itu harapannya bisa buka 200 sampai 500 cabang di seluruh Indonesia. Saat ini kami baru ada dua cabang yaitu di Cilegon dan Serang,” tegasnya.

Dia mengatakan, salah satu strategi untuk bisa mencapai target tersebut adalah dengan mengikuti pameran-pameran atau expo. Ini juga sekaligus menjadi langkah Ali untuk memperkenalkan brandnya lebih luas lagi ke masyarakat.

“Selain itu, kami juga sudah susun marketing branding di digitalnya, mulai dari media, facebook ads, Instagram ads atau website itu segala macam sudah kami susun. Kedepannya kita juga akan terus ikut expo atau pameran semacam ini,” katanya.

Sama halnya dengan minuman kekinian lainnya, Minum Berdua juga membidik market dari kalangan milenial. Minum Berdua hadir dengan berbagai varian rasa yakni Brow Sugar, Lychee tea, Green tea, Taro, Thai tea, Chocolate, Oreo, Fruit punch, boba, Grape dan Extra cheese. Untuk harganya sendiri mulai dari Rp5.000 sampai Rp12.000-an.

“Minum Berdua ini segmen marketnya milenial. Dimana konsepnya lebih ke senja-senja klasik gitu. Jadi di belakang cupnya itu ada quotes yang memang didesain khusus milenial. Produk kami memang murah, tapi berkualitas,” jelasnya.

Untuk bisa menjadi mitra bisnis Minum Berdua, Ali mematok nilai investasi sebesar Rp39 juta untuk masa kerjasama tiga tahun. Nilai tersebut sudah termasuk peralatan dan akomodasi, sehingga mitra bisa langsung berjualan. Dalam kerjasama ini, mitra dikenakan biaya royalty sebesar Rp1 juta setiap bulannya.

“Nilai tersebut juga sudah termasuk desain outlet milik mitra yang standarnya itu 3x2 meter,” pungkasnya.