“Sampai saat ini perkembangan waralaba di tanah air tumbuh berkembang dengan baik. Indikasinya adalah lebih dari 200 jaringan waralaba telah hadir di Indonesia. Penyebaran tersebut sekaligus telah membuka peluang bisnis di indonesia yang dalam kurun waktu dua tahun terakhir mengalami peningkatan hingga mencapai 15 persen,” ujar Levita pada wartawan beberapa waktu lalu di pameran franchise di Jakarta.

Menurut dia, hal ini juga tak lepas dari peran penting pemerintah yang terus mendukung perkembangan waralaba dengan membangun infrastruktur seperti jalan tol, bandara dan juga pelabuhan. Sehingga membuat para pelaku usaha semakin bergairah.

“Sekarang kita bisa membuka bisnis waralaba sampai ke daerah. Kalau dulu kan permasalahan utamanya ada di infrastruktur sehingga logistic amat sangat susah untuk mengirim dari satu daerah ke daerah yang lainnya,” katanya.

“Coba misalnya saya kirim ayam ke Papua, saya biasanya sampai sana sudah agak-agak busuk karena jalannya tau sendiri kan kayak gimana. Tapi sekarang, dengan adanya jalan tol sekarang pengiriman barang lebih gampang, lebih cepat, lebih aman, terjamin dan jaraknya juga jauh lebih dekat,” sambung Levita.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani memastikan kalau pihaknya sangat berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya pengusaha baru. Hal ini dilakukan agar perekonomian nasional terus bergerak serta bisa menciptakan iklim usaha yang positif di industri waralaba.

“Makanya semoga dengan digelarnya pameran-pameran waralaba, bisa terus memunculkan pelaku usaha waralaba baru di Indonesia. Terutama pelaku usaha yang kreatif dan inovatif serta mampu bersaing di pasar global,” kata Rosan menambahkan. [ded]