Bisnis yang menginduk pada perusahaan di Korea Selatan, Daekyo ini bertujuan untuk mengajarkan dan mendidik setiap anak di rentang usia 3 sampai 16 tahun untuk bisa mencapai kemampuan dasar pembelajaran.

Eye Level sendiri mulai diperkenalkan di mata dunia pada tahun 2003 silam. Dimana Eye Level berada di urutan ke-89 pada Enterprise’s Franchise di tahun 2011. Pertumbuhan Eye Level dari tahun ke tahun pun semakin bagus. Buktinya sampai saat ini, Eye Level telah tersebar di 19 negara di seluruh dunia dengan total subjek per Juni 2018 yaitu mencapai 60.762 subjek.

“Sementara kalau di Indonesia sendiri, Eye Level sudah memiliki 57 center dan 5 flagship yang tersebar di seluruh Indonesia selama 11 tahun Eye Level Indonesia berdiri (sejak 2007-red),” jelas Country Manager PT Daekyo Indonesia, Mr. Cha Seong Hoon dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Franchiseglobal.com, Selasa (10/7/2018).

Di Indonesia, Eye Level membantu mencerdaskan anak melalui program Bahasa Inggris dan Matematika. Karena dengan keahlian berbicara dalam Bahasa Inggris bisa memenuhi tolak ukur anak sebagaimana dijelaskan dalam standar, termasuk konsep cetak, kesadaran fonologis, phonics, dan pengenalan kata-kata, bahasa, pemahaman, penulisan dan kelancaran.

Sementara untuk program Matematika sendiri diharapkan bisa mengembangkan kemampuan pemecahan masalah sehingga memungkinkan anak bisa menguasai konsep pendekatan small-steps.

Terkait dengan peluang usahanya, Eye Level menawarkan dua pilihan Franchise, yaitu Regular Franchise dan Home Class. Berikut rinciannya:

  • Regular FC : Lisensi Rp30 juta, deposit Matematika Rp5 juta, deposit Bahasa Inggris Rp4 juta, dan training deposit Rp5 juta (Refundable).
  • Home Class : Lisensi Rp15 juta, deposit Matematika Rp5 juta, deposit Bahasa Inggris Rp4 juta, dan training deposit Rp5 juta (Refundable).

“Nilai investasi tersebut sudah include booklet dan teaching tools untuk awal pembukaan, marketing (syarat & ketentuan berlaku) dan field consultant (Pengawas Area),” kata Mr. Cha.

Mr. Cha melanjutkan kalau pihaknya berencana untuk membuka center baru di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, dan wilayah-wilayah lainnya yang ada di Indonesia. Soal waktunya sendiri masih belum bisa dipastikan.

“Kita juga sudah mulai memasuki area perumahan untuk mengajak calon franchisee membuka Eye Level Learning Center. Target tahun ini kita akan buka 12 center,” katanya.

Mr. Cha berharap produk Eye Level semakin berkembang dengan menggunakan konsep Self-Directed Learning dan berpartisipasi mendukung anak-anak Indonesia menjadi anak yang mandiri, critical thinker, problem solver dan life long learner.

Silakan klik Eye Level untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]