Jika melihat dari kebutuhannya, bimbel bisa dikatakan sebagai salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Karena selagi masih ada anak-anak sekolah maka bisnis ini akan terus berjalan. Nah, jika Anda tertarik untuk terjun di bisnis bimbel, Franchiseglobal.com memiliki rekomendasinya. Berikut ulasannya:

Prime Generation

Prime Generation merupakan salah satu bimbel pertama di Indonesia yang menerapkan sistem integrative. Artinya, bimbel yang pusatnya ada di Yogyakarta ini bukan hanya fokus pada sisi akademiknya saja, tapi juga peduli pada pendidikan karakter siswa.

Prime Generation menawarkan kerjasama bagi calon mitra yang ingin bergabung dengan sistem franchise. Ada dua model franchise yang ditawarkan, yaitu aktif dan pasif. Untuk model pasif, semua sistem akan dikelola oleh pihak PG Bimbel. Sementara untuk model aktif bisa dikelola sendiri oleh pihak franchisee.

Mitra cukup membayar joining fee sebesar Rp40 juta yang cukup hanya sekali dibayarkan dan berlaku untuk selamanya. Menariknya, tidak ada perpanjangan masa kerjasama kemitraan. Selain itu juga ada inventory account Prime Mobile senilai Rp60 juta yang dimana harga normalnya Rp250 juta.

Silakan klik Prime Generation untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya.

Eye Level

Bisnis yang menginduk pada perusahaan di Korea Selatan, Daekyo ini bertujuan untuk mengajarkan dan mendidik setiap anak di rentang usia 3 sampai 16 tahun untuk bisa mencapai kemampuan dasar pembelajaran.

Eye Level sendiri mulai diperkenalkan di mata dunia pada tahun 2003 silam. Dimana Eye Level berada di urutan ke-89 pada Enterprise’s Franchise di tahun 2011. Pertumbuhan Eye Level dari tahun ke tahun pun semakin bagus. Buktinya sampai saat ini, Eye Level telah tersebar di 19 negara di seluruh dunia dengan total subjek per Juni 2018 yaitu mencapai 60.762 subjek.

Di Indonesia, Eye Level membantu mencerdaskan anak melalui program Bahasa Inggris dan Matematika. Karena dengan keahlian berbicara dalam Bahasa Inggris bisa memenuhi tolak ukur anak sebagaimana dijelaskan dalam standar, termasuk konsep cetak, kesadaran fonologis, phonics, dan pengenalan kata-kata, bahasa, pemahaman, penulisan dan kelancaran.

Sementara untuk program Matematika sendiri diharapkan bisa mengembangkan kemampuan pemecahan masalah sehingga memungkinkan anak bisa menguasai konsep pendekatan small-steps.

Terkait dengan peluang usahanya, Eye Level menawarkan dua pilihan Franchise, yaitu Regular Franchise dan Home Class. Berikut rinciannya:

  • Regular FC : Lisensi Rp30 juta, deposit Matematika Rp5 juta, deposit Bahasa Inggris Rp4 juta, dan training deposit Rp5 juta (Refundable).
  • Home Class : Lisensi Rp15 juta, deposit Matematika Rp5 juta, deposit Bahasa Inggris Rp4 juta, dan training deposit Rp5 juta (Refundable).

Silakan klik Eye Level untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya.