“Warung Tekko saat ini mencoba untuk mengikuti pasar. Pasar sekarang kan lebih ke milenial. Jadi di sosial media seperti Instagram dan semacamnya kita coba kembangkan lebih dalam. Begitu juga dengan inovasi-inovasi menu dan inovasi desain interiornya, sehingga mereka (konsumen) bisa melihat perubahan yang ada di Tekko. Dari dulu di awal kita sampai sekarang pasti akan berbeda,” ungkap Abdullah, Area Manager Warung Tekko pada wartawan Franchiseglobal.com usai menerima penghargaan The Best Franchisee 2019 & No.1 Franchise 2019 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019) malam.

Abdullah optimis Warung Tekko bisa diterima masyarakat dengan baik. Apalagi, menu yang disajikan merupakan menu-menu rumahan. Sehingga sudah sangat familiar dengan lidah orang Indonesia.

Saat ini, lanjut Abdullah, Warung Tekko sudah memiliki 67 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Terakhir, Warung Tekko telah meresmikan cabang barunya di MOI (Mall of Indonesia) Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Di bulan Maret ini kita juga ada rencana untuk buka di luar pulau yakni di Belitung. Sementara untuk dalam kotanya ada di Gajah Mada, Kelapa Gading, Cibubur dan wilayah lainnya. Sudah ada kontrak, tinggal proses konstruksinya saja,” jelasnya.

Abdullah menargetkan Warung Tekko sampai akhir tahun ini bisa menambah hingga mencapai 10 cabang baru lagi dengan tingkatan sales mencapai 10 – 20 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

Sekedar informasi, Warung Tekko baru saja meraih The Best Franchisee Award 2019 & No.1 Franchise Choice Award 2019 yang diselenggarakan oleh Franchiseglobal.com dan TRAS N CO Indonesia.

Warung Tekko menjadi salah satu merek yang paling diminati oleh investor untuk berinvestasi di tahun 2019 ini. Warung Tekko juga merekomendasikan satu mitra terbaiknya yakni Niko Wijasin yang telah memiliki 3 cabang yakni di Rawamangun, Green Terrace Taman Mini dan Grand Kota Bintang Bekasi.

Bagi yang tertarik menjadi mitra Warung Tekko, nilai investasinya mulai dari Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar dengan konsep dekorasi dan interior Tekko standar. Nilai tersebut belum termasuk biaya sewa lokasi, deposit sewa lokasi dan juga perizinan.

Untuk BEP-nya sendiri tergantung dari lokasi yang dipilih. Tapi umumnya 2,5 tahun sampai 3 tahun sudah bisa balik modal. Saat ini Warung Tekko telah memiliki sekitar lebih dari 50 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

Silakan klik Warung Tekko untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]