PT Mitra Bugar Bersama yang membesut bisnis kebugaran ReFIT Gym, langsung tancap gas dalam rangka melebarkan jaringan bisnisnya di tanah air. Kendati baru mengawali kiprah pada pertengahan 2016 kemarin, namun brand yang biasa disebut dengan ReFIT Club itu sudah diprogramkan untuk bisa dijalankan dengan sistem kemitraan.

Tak sekadar berjudi, turut sertanya ReFIT Club di panggung industri franchise berbekal para dalang yang berada dibalik brand fitness dan gym tersebut. Empat sekawan yang menjadi pendiri ReFIT Club, sebelumnya sudah malang melintang di bisnis jasa kebugaran selama lebih dari 10 tahun. Beberapa diantaranya ada yang pernah menjadi profesional di brand fitness & gym kenamaan internasional, hingga berkiprah sebagai manajemen konsultan bisnis kebugaran tersebut.

Tak pelak dengan berkumpulnya para pendiri yang terdiri dari; Jerry Mulyadi sebagai Komisaris PT Mitra Bugar Bersama, Irawan Amanko selaku CEO, Mela Gunawan sebagai Direktur Marketing, dan Agus Miftahudin (Direktur Pengembangan Produk), membuat ReFIT Gym cukup pede melangkahkan kaki di panggung franchise jasa fitness dan gym Indonesia.

Seperti yang diutarakan langsung oleh Mela Gunawan, selaku Direktur Marketing ReFIT Club kepada FranchiseGlobal.com. Menurut Mela, saat ini pihaknya tengah membuka peluang bisnis kepada calon mitra yang memiliki passion atau visi di bidang usaha jasa kebugaran. Ia melihat masih besar potensi pasar bisnis gym dan fitness yang belum tergali dengan baik.

Selama ini, brand-brand jasa kebugaran hanya fokus di segmen masyarakat kelas menengah keatas. Sehingga masih banyak sekali market yang belum terjamah atau bahkan belum tersentuh sama sekali, khususnya di segmen middle-low.

“Untuk itu ReFIT Club hadir dengan menetapkan harga keanggotaan yang cukup terjangkau. Kami memang membidik segmen market kelas B dan C, dengan target mahasiswa, pekerja dan karyawan yang memiliki penghasilan standar upah minimal regional,” terangnya.

Lebih lanjut untuk menunjang positioning tersebut, ReFIT Club membidik kawasan sub-urban atau wilayah pinggiran kota sebagai destinasi pelabuhan bisnisnya. Mela menilai, area-area seperti perumahan, residensial hingga kawasan pendidikan seperti universitas, sangat cocok untuk mengoperasikan outlet ReFIT Club.

“Apalagi tren gaya hidup sehat dengan ukuran berat badan ideal tengah happening sekali di masyarakat. Umumnya mereka masih awam dengan fitness atau gym. Which is Demografinya hampir 70% untuk pasar Indonesia, jadi peluangnya masih sangat besar sekali,” tutur Mela.

Saat ini, ReFIT Club sudah memiliki tiga outlet yang beroperasi di Jakarta (Green Lake Jakarta Barat, Aeropolis Residence) dan Semarang (Simpang Lima). Dua outlet yang disebut terakhir merupakan outlet milik investor yang beroperasi secara kemitraan. Tidak puas sampai disitu, Mela menargetkan ReFIT Club akan menambah dua outlet lagi hingga akhir tahun.

Bila anda berminat, ReFIT menawarkan peluang kemitraan kepada investor baik itu secara perorangan maupun yang berbadan usaha. Investor atau calon mitra tinggal menyiapkan investasi mulai dari Rp1,9 miliar yang sudah include dengan fasilitas gym dan fitness lengkap (all in). Namun biaya itu tidak termasuk dengan sewa tempat. (adv)