Bhumi Coffee menawarkan konsep kedai kopi kekinian, namun tidak seperti kedai kopi ‘kekinian’ yang banyak ditemui dipasaran. Maksudnya, adalah Bhumi Coffee cukup serius untuk mengembangkan bisnis kopi yang berbasis pada kualitas produk dan bahan baku premium.

Rudi, entrepreneur muda pemilik Bhumi Coffee mengatakan bahwa  pihaknya mengkonsepkan usaha ini secara simple dan santai namun tetap dalam koridor output produk yang prima.

“Bagi para pengopi serius cocok sekali datang ke tempat kami. Tetapi, kami juga menyediakan kopi yang lebih soft dan bisa dinikmati oleh semua orang. Jadi, Bhumi Coffee ini kami benar-benar kami tujukan kepada semua kalangan, baik peminum kopi maupun penikmat kopi yang sudah lama,” ujarnya disela-sela pagelaran IFRA 2019, Sabtu (6/7).  

Dalam upaya segmentasi market dan mengoptimalkan ceruk pasar, Bhumi Coffee kini mengeluarkan brand Bhumi Express yang cenderung menyasar kaum milenial.

“Bhumi Ekspress ini  dibuat untuk menjaring anak-anak muda yang suka ngopi dengan karakteristik rasa yang lebih manis dan banyak variannya. Sedangkan untuk Bhumi Coffee sendiri lebih kepada profesional muda dengan semangat dinamis, energik  dan penuh fokus. Kalau di range usianya berkisar antara 20-40 tahun,” tuturnya.

Saat ini, Bhumi Coffee tercatat telah memiliki tiga gerai penjualan, dengan satu gerai untuk Bhumi Express. Rudi menginformasikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan ekspansi dengan menambah 3-4 gerai baru.

“Khusus untuk Bhumi Express itu ada di Pekanbaru. Nah, pemilik dari gerai di Pekanbaru itu akan membuka lagi gerai yang sama di tiga lokasi berbeda, tetapi tetap masih dalam wilayah Pekanbaru. Dari sini kita bisa memprediksi bahwa bisnis ini memang terus berkembang,” sebutnya.

Untuk kerjasama kemitraan, Rudi mengaku menyiapkan skema bisnis senilai Rp110 juta bagi para investor yang tertarik membenamkan modalnya di Bhumi Coffee. Sementara Bhumi Express dibandrol dengan paket investasi sebesar Rp90 juta.

“Kenapa kami memasang harga lebih murah pada Bhumi Express? Karena pada dasarnya seluruh gerai kami itu berkonsep to go coffee. Selain itu, bahan baku pada Bhumi Express kami sediakan yang memang memiliki harga ekonomis. Harapannya, harga jual juga bisa ditekan,” terangnya.

Sementara Bhumi Coffee, mengkhususkan diri pada penyediaan produk dengan bahan baku kualitas pertama atau premium dan juga pengadan mesin produksi kopi.

“Untuk bahan baku kopi sendiri kami menggunakan jenis arabika dan robusta. Kami juga ada kerjasama dengan roastery besar, jadi kami sudah kurasi dengan bland sendiri. Yang jelas, semua kopi kami asli Indonesia,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pada penyelenggaraan IFRA 2019 yang berlangsung di JCC Senayan, Jakarta pekan lalu (5-7 Juli), Bhumi Coffee menargetkan dapat menggaet setidaknya 10 investor dalam 3 hari pagelaran.

“Harapannya bisa double digit, semoga saja bisa tembus lebih dari 10,” tutupnya.