Desain dan bentuknya juga sama, lokasinya di area makam Bung Karno. Untuk pengelolaan Segawe di luar kota selain Ponorogo nanti ada manajemennya,” imbuhnya.

Ide awal ingin membuka waralaba atau franchise Segawe Kopi Sepeda bermula dari banyaknya kerjasama yang datang.

“Awalnya banyak yang Direct Message (DM) mengajak kerjasama untuk membuka cabang di beberapa kota, dengan konsep sama, dan nama Segawe juga, maka dari itu setelah berpikir cukup lama, dan konsultasi ke beberapa kawan yang sudah membuka waralaba akhirnya memutuskan untuk berani memulai,” ungkap Gelora.

Waralaba Segawe ini akan tetap mengusung konsep dan desain yang sama persis dengan Segawe.

“Untuk konsepnya sama persis dengan Segawe, namun untuk awalan, kita membuka kerjasama mitra dengan modal 50% : 50%, jadi nanti Segawe turut membantu 100% dari penjualan, manajemen, hingga promosi. Kalau dari desain atau bentuk kedai, tentunya sama persis dengan Segawe, namun kami ingin punya ciri khas yaitu setiap waralaba punya produk unggulan lokal.

“Misalnya Blitar, jadi nanti produk unggulannya ya kopi Blitar, namun kopi khas Ponorogo tetap melekat dan jadi second produk yang jadi unggulan. Tujuannya nanti agar pelanggan juga bangga dengan produk lokalnya, dan bisa mengembangkan ekosistem kopi di masing-masing tempat,” lanjutnya.

Berbicara soal peluang ekspansi bisnis, ke depannya nanti Segawe berharap bisa tumbuh seperti merek waralaba kopi yang sebelumnya sudah terkenal, seperti Janji Jiwa, Pesen Kopi, Beli Kopi dan lain sebagainya, namun Segawe tetap punya ciri khas yakni sepeda dan pinggirannya.

Dalam hal pemilihan lokasi, kota mana saja untuk franchise, Gelora menjelaskan kalau saat ini Segawe masih dalam tahap building dan observasi.

Untuk sementara masih dalam tahap building dan observasi yaitu Blitar kemungkinan di bulan April ini paling cepat, atau setelah lebaran untuk paling lambat, selanjutnya di Ngawi dan daerah Kediri, tapi ya kita masih observasi untuk Ngawi dan Kediri,” terang pria yang merupakan sutradara film Omah Njero.

Lebih lanjut, modal waralaba dipatok dari Rp 5 juta hingga 10 juta untuk paket komplet mulai dari sepeda, bar, hingga standar alat yang dipakai. Sementara itu, untuk omzet Segawe sendiri mengalami peningkatan.

“Soal omzet, karena kita pinggiran selama ini alhamdulillah terus meningkat, dari awalnya Rp 5 jutaan, kini bisa sampai Rp 10 hingga 15 juta per bulan,” paparnya.

Sebagai informasi, menu andalan Segawe yaitu Kopi Joss (kopi arang). Kopi Joss adalah kopi khas Yogyakarta.

Kopi Joss disajikan saat panas, kemudian ditambahkan arang yang sangat panas dan memerah, nikmat diseruput saat panas. Arang Kopi Joss Segawe diimpor langsung dari Yogyakarta.