Franchiseglobal.com - Konsultan International Franchise Business Management (IFBM), Royandi Yunus mengatakan bahwa bisnis musiman yang hadir dengan memanfaatkan momentum Ramadhan hingga hari raya Lebaran belum dapat diandalkan. Menurutnya, bisnis tersebut masih berdasarkan konsep dan belum terbukti menguntungkan.

“Kalau untuk dijadikan pilihan bisnis, tentu tidak cocok. Bagaimana mungkin sebuah bisnis yang belum terbukti berhasil dapat dijadikan sebuah pilihan bisnis,” ungkapnya dalam keterangan resminya yang diterima Franchiseglobal.com, Selasa (12/6/2018).

Menurut Royandi, bisnis musiman belum jelas terkait dengan bisnis modelnya, karena masih banyak hal-hal yang hanya berdasarkan konsep saja. Bahkan, kata Royandi, outlet yang ada juga baru berumur bulanan atau malah terkadang belum ada outletnya.

“Biasanya untuk mendeteksi seasonal business ini mudah-mudah gampang, karena foundernya merahasiakan hal-hal yang memungkinkan orang dapat mengetahui keberadaannya,” katanya.

Hal-hal yang dirahasiakan tersebut, kata Royandi, umumnya adalah masalah sumber produk, pendistribusian, penetapan lokasi usaha, dan cara pemasarannya.

“Demikian juga dengan supports yang dapat mereka berikan umumnya tidak dapat diuraikan secara benar, karena tidak memiliki pengalaman sukses atas bisnis tersebut,” jelasnya.

Royandi menyarankan kepada para Franchisor agar momentum Lebaran ini bisa dijadikan sebagai ajang sales yang baik bagi bisnis yang dimiliki oleh para Franchisee-nya.

“Artinya, Anda harus mulai mempromosikan bisnis Anda jauh sebelum momentum Lebaran datang, sehingga Franchisee dapat direkrut sebelum momentum tersebut datang. Atau dengan kata lain, bisnis milik Franchisee Anda akan dapat menuai keuntungan saat momentum tersebut datang, tanpa mengalami penurunan sales terlebih dahulu,” tutup Royandi. [ded]