Bisnis jajanan skala booth masih jadi pilihan bagi calon pengusaha yang ingin terjun di dunia usaha namun minim pengalaman. Bukan saja karena pengelolaannya tidak serumit bisnis kala besar seperti bisnis kuliner resto, namun juga prospeknya yang tidak pernah luntur dimakan oleh zaman. Misalnya saja bisnis kudapan waffle yang masih sering kita jumpai di berbagai pusat perbelajaan.

Kemitraan Waffelicious adalah salah satu brand yang mendulang untung lewat menjajakan produk asal luar negeri ini. Terhitung sudah lebih dari 120 gerai yang telah beroperasi sejak Waffelicious memulai kiprahnya pada 2011 silam. Jangkauan wilayah yang telah disasar oleh bisnis yang dimiliki oleh Hendy Tanaka ini pun sudah tersebar ke segala penjuru daerah di Indonesia.

“Menurut saya bisnis kuliner ini prospeknya sepanjang masa. Apalagi produk waffle ini tengah happening dan digemari oleh masyarakat luas. Walau sudah banyak pesaing yang mulai bermunculan, saya tetap optimis dengan segala keunggulan yang ditawarkan oleh Waffelicious,” ujarnya kepada PlasaFranchise.

Tak ayal, sejak menawarkan konsep kerjasama kemitraan, banyak calon mitra yang rata-rata berasal dari pelanggan Waffelicious tertarik untuk mengembangkan bisnis kudapan ini. Mereka tentu tidak hanya menilai dari taste dan keunikan produk saja yang memang menjadi diferensiasi Waffelicious, namun juga prospek bisnis kedepan dan tawaran sistem kemitraan yang bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Hal ini pun terbukti dengan lahirnya mitra-mitra sukses Waffelicious yang datang dari berbagai daerah. Mereka tidak hanya mampu eksis menjaga bisnis franchise miliknya, namun juga tidak sedikit mitra yang mampu mengembang biakan outletnya lebih dari satu. Alhasil sistem kemitraan yang diterapkan oleh Waffelicious telah teruji bagi mitra yang datang dari berabagai latar belakang.

Hendy mengatakan, bisnis besutannya memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompetitor sejenis. Diantaranya adalah Waffelicious sebagai bisnis makanan ringan yang sangat mudah dioperasikan. Kemudian, pihaknya juga memproduksi sendiri dan menggunakan bahan baku halal. Selain itu dari segi penjualan, margin yang bisa didapatkan oleh mitra cukup tinggi, sehingga proyeksi return of investment bisa tercapai rata-rata kurang dari enam bulan.

Dari segi inovasi produk, Waffelicious tak pernah berhenti melakukan pengembangan menu demi menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan. Kemudian yang paling penting, Waffelicious sebagai franchisor siap men-support jalannya bisnis mitra hingga mereka bisa berjalan secara mandiri.

“Salah satu faktor yang membuat bisnis ini bisa meraup omzet hingga Rp60 juta setiap bulannya adalah lokasi. Sebab, lokasi sangat berperan dalam menentukan omzet,” pungkas Hendy, yang menceritakan salah satu pengalaman cabang outletnya tersebut. Bila anda tertarik, kemitraan Waffelicious dibanderol investasi mulai dari Rp45 juta.(adv)