Franchiseglobal.com – Bisnis franchise di Indonesia saat ini telah berkembang pesat. Mulai dari kuliner sampai retail, semuanya kini telah di-franchise-kan. Bisnis franchise sendiri adalah bisnis yang saling menguntungkan antara franchisor dengan mitranya. Kendati demikian, butuh kejelian mendalam saat baru akan menimang sebuah bisnis franchise agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Founder Ben WarG Consulting, Bije Widjajanto mengatakan bahwa para calon mitra harus mempertimbangkan segala sesuatunya. Misalnya produk yang dijual apakah bisa bertahan sampai masa franchise habis atau tidak. Kemudian juga apakah konsep bisnis tersebut masih akan terus dapat dijalankan dalam jangka waktu yang lama atau tidak.

“Itu yang harus dipertimbangkan orang sebelum membeli franchise,” ujar Bije saat dihubungi Franchiseglobal.com beberapa waktu lalu.

Menurut Bije, secara relatif dinamika sektor franchise mengalami penurunan. Tetapi dia menegaskan kalau hal tersebut adalah sebuah perubahan dalam menuju kedewasaan suatu bisnis.

“Pada era dekade pertama, orang melakukan praktek bisnis franchise sebagai euphoria. Dimana itu adalah cara baru yang mereka kenal untuk segera mengembangkan bisnis mereka. Pada era itu juga semangat entrepreneurship di Indonesia sedang mulai tumbuh,” katanya.

Tapi sekarang, kata Bije, setelah mereka mengalami berbagai masalah dalam menjalankan praktek bisnis franchise (baik sebagai franchisor maupun mitra), mereka mulai menyadari kalau praktek bisnis franchise bukanlah sebuah langkah yang mudah.

“Kesadaran ini, membuat orang yang akan menerapkan franchise pada bisnisnya mulai berpikir ulang seperti untung ruginya, kemampuannya, ketersediaan sumber dayanya dan lain-lain. Begitu juga dengan orang yang mau beli Franchise, mereka berpikir risikonya seperti apa, keuntungannya dibanding memulai bisnis sendiri serta keyakinan mereka terhadap calon franchisornya,” tutupnya. [ded]