Penganan ayam goreng berbalut tepung memang menggoda, rasa gurih dan renyah dari lapisan tepung yang membalut daging ayam menjadi daya tarik tersendiri, tak heran sejumlah pegiat waralaba kuliner menjadikan jenis kuliner ini sebagai menu unggulan.

Meski banyak jenis kuliner baru bermunculan, penganan yang akrab dengan sebutan fried chicken ini bisa dibilang penganan primadona, lantaran punya banyak penggemar. Menu makanan yang satu ini juga menjadi pilihan bagi orang yang memiliki waktu terbatas. Maklum, untuk menyantapnya, tidak membutuhkan waktu lama.

Wajar bila banyak restoran cepat saji yang mengandalkan menu ini,  pasalnya,  fried chicken adalah jenis makanan ayam goreng cepat saji yang praktis dan simpel serta cocok dengan lidah kebanyakan orang.

Alexander Theo, pemilik bisnis  Waralaba Kuliner Olahan Ayam Crispyku mengatakan, penganan olahan ayam berbalut tepung potensial dari perspektif bisnis, karena menguntungkan bagi pebisnisnya. Menurut Alex, banyak pewaralaba kuliner olahan ayam krispi menikmati raupan keuntungan yang berlimpah dari jenis penganan ini.

"Respon masyarakat pun cukup antusias terhadap kehadiran makanan ayam goreng berbalut tepung,  jadi para pebisnispun semakin untung pula.  Bisnis fried chicken yang dulunya  hanya ada di Mall dan kota-kota besar kini sudah mencuat diberbagai lokasi dan kawasan, harganya pun juga merakyat," kata Alex, baru-baru ini.

Ditambahkan Alex, dengan modal usaha yang digunakan pun tidak terlalu besar serta proses produksinya pun tidak terlalu rumit, bisnis fried chicken ini bisa menjadi alternatif dari bisnis pokok maupun sampingan yang keduanya dapat memberikan keuntungan yang tidaklah sedikit.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah sebelumnya, Levita Supit, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) mengemukakan,  sebuah gambaran sederhana dapat dilihat dari para penjual fried chicken yang menggunakan gerobak dipinggir jalan, setiap bulannya mereka mampu memperoleh omset dalam jutaan rupiah.

"Apabila dihitung-hitung maka keuntungan dari harga jualnya berkisar sekitar 40-45 persen , keuntungan tersebut dikalikan saja dengan  harga jualnya perhari maka keuntungannya akan terlihat menguntungkan,"ujar Levita.