Franchiseglobal.com – Bisnis kuliner di Indonesia seakan tiada matinya, hal itu terlihat dari perkembangan bisnis di kategori ini yang terus menjamur. Salah satunya kuliner kudapan terkenal asal Turki yaitu kebab, di Indonesia sendiri bisnis kebab masih menjadi favorit pelaku bisnis lantaran penikmat makanan ini kian merambah ke generasi milenial.

Salah satu brand yang telah diwaralabakan sejak tahun 2015, Arofah Kebab menunjukkan kesuksesan bisnis di kuliner ini. Bayangkan saja, outletnya kini telah mencapai 405 outlet yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, jumlah ini pun melampaui target 2019. Di tahun 2020 Arofah Kebab juga menargetkan 500 outlet dan akan terus berkembang hingga mencapai 1000 outlet. Eksistensi mitranya pun kokoh bertahan di tengah perekonomian Indonesia yang tak menentu. Tentu hal itu berkat manajemen Arofah Kebab yang selalu mensupport para mitranya.

Mutoharoh selaku Owner Arofah Kebab mengatakan merk ini memiliki berbagai keunggulan utamanya di bahan baku yang berkualitas. Kemudian, terkait kemitraan pada umumnya mitra-  mitra di bisnis franchise kesulitan dalam mempersiapkan berjalannya bisnis baik dari sisi lokasi hingga karyawan, untuk itu Arofah Kebab hadir memberikan solusi bagi calon mitra yang terkendala hal tersebut.

“Kita juga selalu hadirkan coaching business, di mana selama 3 bulan 6 x pertemuan mitra mengikuti pelatihannya. Sehingga mereka siap untuk berbisnis, namun apabila setelah pelatihan mitra terkendala omset maka Arofah Kebab memberikan solusi relokasi outlet. Sehingga dengan begitu kita berupaya menghindari agar outlet mitra tidak bertumbuh,” katanya saat dihubungi Franchiseglobal.com, Selasa, (29/10/2019).

Dia menjelaskan Arofah Kebab tidak hanya semata gencar promosi dan opening tetapi mitra terbengkalai, melainkan Arofah Kebab berkomitmen untuk tumbuh kembang bersama para mitranya. Selama 10 tahun menggeluti bisnis kebab, Toha sapaan akrab sang owner menilai bisnis kebab ini cenderung bagus, konstan dan stabil meskipun kompetitornya bertambah banyak.

“Bisnis kebab ini juga sangatlah aman karena bentuk bahan bakunya frozen, sehingga minim resiko bahan baku yang terbuang,” tuturnya.

Arofah Kebab memiliki strategi jitu untuk tetap sustaind di bisnisnya;

  1. Selalu konsisten menjalankan visi, misi dan budaya kerja
  2. Menerapkan SOP ke dalam manajemen pusat serta mitra
  3. Rutin memberikan pelatihan bisnis kepada mitra agar terus menambah ilmu promosi, marketing dan ilmu lainnya agar dapat tetap berkembang.

“Melalui strategi ini maka akan tumbuh kekompakan tim untuk komitmen menjalankan SOP. Bagi mitra pun kita lakukan penilaian, apakah mereka masuk di zona merah, kuning, hijau atau biru. Zona merah ini mereka yang omsetnya masih kecil, maka kita carikan solusi bagaimana agar masuk ke zona hijau atau biru, dengan cara melakukan konsultasi, evaluasi dan menerjunkan tim di lapangan,” ungkap Toha.

Pada intinya kunci sukses menjalankan bisnis adalah memberikan pelayanan yang baik, menjaga kebersihan sehingga pelanggan puas. Semua ini tentunya membutuhkan komitmen mitra dalam menjalankan SOP yang telah ditetapkan.

Manajemen pusat juga aktif melakukan promosi melalui digital dan sosial media. Sehingga setiap orang mencari kebab di internet maka yang muncul pertama kali adalah Arofah Kebab. Kerjasama dengan Grab Food, Go Food dan transaksi elektronik pun dilakukan, semua ini tentunya mengikuti perkembangan zaman. “Sebab jika tidak mengikuti zaman maka bisnis kita akan tumbang”.

Arofah Kebab sendiri memiliki menu- menu yang lezat, antara lain kebab xl, kebab besar, kebab kecil, kebab hitam, burger dan lainnya. Untuk varian menunya pun dibandrol dengan harga terjangkau dari Rp10- Rp16 ribu. Bahkan di seluruh outletnya Arofah Kebab memiliki standar rasa yang sama, sebab bahan baku semuanya disuplai dari 9 kantor cabang Arofah Kebab, hal inilah yang membedakan dari merk lain.

Sebagai informasi bagi masyarakat yang hendak menjalankan bisnis, Arofah Kebab bisa menjadi pilihan dengan investasi yang terjangkau dan aman. Nilai investasinya ada 3 paket penawaran, ada paket Rp35 juta yang mencakup keseluruhan untuk menjalankan bisnis, paket Rp45 juta dengan benefit outlet yang lebih bagus, bahan lebih banyak dan paket Rp75 juta untuk konsep resto. Arofah Kebab juga memberikan solusi investasi franchisor operator dengan sistem bagi hasil, jangka waktu 5 tahun.

“BEP nya jika omset mencapai Rp400 ribu perhari atau estimasi laba bersih Rp3 – 4 juta per bulan, maka hanya dalam waktu 8 bulan. Untuk harga bahan baku pun stabil, jika mengalami kenaikan maka pusat akan berupaya mensubsidi biaya itu bila tidak bisa maka akan dimusyawarahkan,” ujarnya.

dok, Arofah Kebab

Kesuksesan ini pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, diantaranya Arofah Kebab sukses meraih Profesi Award Indonesia, Rising Business Award 2019 dan Anugerah Wirausaha Indonesia.

“Kedepannya kita ingin mengkokohkan outlet kantor paling tidak 30- 40% dari total seluruh outlet. Harapan saya mitra tetap konsisten menjaga kualitas, begitupun manajemen akan terus menimba ilmu guna tumbuh kembang bisnis ini,” tutupnya. [hfz]