Waralaba minimarket kini sudah menjadi kegiatan bisnis retail  yang  tumbuh pesat, ditandai sudah semakin meluasnya  penyebaran mini market sekarang ini,  tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di kota-kota dua hingga ke pelosok daerah.

Ini tentu memberikan peluang bagi para pebisnis minimarket dalam menggaet kemitraan lebih luas lagi,  maka tak heran sekarang ini berbondong-bodong sejumlah merek-merek waralaba minimarket memberikan upaya pelayanan optimal kepada calon investor yang ingin menjalin kemitraan.

Salah satu merek waralaba bisnis ritel minimarket yang kian gencar memberikan pelayanan optimal kepada calon-calon investor yakni  Alfamart. 

Peter  Suryadi, Franchise dan Investor Relation Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk  kepada  plasafranchise.com baru-baru ini mengemukakan, dalam upaya memperluas kemitraan Alfamart melakukan strategi dengan cara  membangun loyalitas konsumen, diantaranya dengan memberikan pemahaman mengenai aspek return investment yang akan diperoleh mitra setelah menjadi franchisor.

“Kami menjelaskan kepada calon investor mengenai resiko investasi, karena tidak semua bisnis berjalan mulus, faktanya kan dalam bisnis terdapat persaingan, yang nantinya bakal berpengaruh kepada pendapatan, ini semua kita jelaskan agar menjadi lebih transparan,” ungkap Peter.

Tidak hanya itu, kata Peter, syarat utama ketika ingin  calon investor akan bergabung dalam bisnis ini adalah insvestor menyiapkan sendiri lokasi yang akan dibangun toko Alfamart.

"Prinsipnya investor harus punya lokasi, nanti dari Alfamart yang akan survey, prospektifitas, dan proyeksi potensi market,” jelas Peter.

Lanjut Peter, pasca survey dilakukan Alfamart akan melakukan kajian  untuk dilihat potensi dan pemenuhan syarat untuk dijadikan sebuah toko. Jika disetujui, kata Peter  investor akan diberikan proposal yang berisikan gambaran prospek keuangan ketika toko tersebut mulai dijalankan.