JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Alfamart mengawali tahun 2021 dengan menawarkan program menarik untuk calon investornya. Meski masih dalam suasana pandemi, tapi perusahaan ritel minimarket terkemuka itu optimis dapat terus memperluas jaringannya di Indonesia. Salah satunya melalui penawaran spesial cashback franchise fee hingga mencapai 100%. Program ini berlaku selama periode 1 Januari 2021 sampai 30 April 2021 mendatang.

Franchise Business Development Manager Alfamart, Muhammad Andriansyah mengatakan bahwa untuk bisa mengikuti program ini, calon investor tentunya harus melakukan pendaftaran usulan lokasi terlebih dahulu. Batas waktunya, maksimal hingga 28 Februari 2021.

“Meski baru berjalan, tapi program cashback franchise fee cukup efektif. Terbukti dalam 1 bulan sudah ada beberapa usulan lokasi yang masuk. Terlebih, masih dalam situasi Pandemi Covid-19, tapi peminat terus berdatangan,” kata Andriansyah dalam pesan singkatnya pada FRANCHISEGLOBAL.COM, Kamis (4/2).

Andriansyah menambahkan, dengan program ini, pihaknya menargetkan dapat membuka hingga 45 toko sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan. “Saat ini Alfamart sudah memiliki 15.434 gerai di sebagian kawasan Indonesia dan lebih dari 1.012 gerai di Filipina. Tentunya ini menjadi pilihan yang terbaik bagi calon investor untuk berbisnis ritel di tahun 2021,” tambahnya.

Untuk bisa membuka bisnis Alfamart, lanjut Andriansyah, calon investor harus menyiapkan modal sedikitnya Rp300 juta sampai Rp500 jutaan. Nilai tersebut belum termasuk lokasi dan biaya renovasi lokasi untuk periode waralaba 5 tahun.

“Lama tidaknya pengembalian investasi tergantung kepada potensi lokasi dan tipe tokonya, namun kami memiliki standar ideal di 42 bulan,” jelasnya.

Skema waralaba Alfamart menawarkan peluang untuk bergabung dengan operator gerai ritel dengan keberhasilan yang telah terbukti dan pengalaman di tingkat nasional.

“Dalam skema tersebut, dukungan yang diberikan Alfamart mencakup 6 hal yakni Merek Alfamart yang telah dikenal luas, Kemampuan merchandising dan pemasaran, Tata kelola bisnis ritel yang telah terbukti, meliputi pengadaan karyawan, operasional, perpajakan dan pelaporan keuangan (bulanan dan tahunan), serta asuransi gedung dan barang pengadaan, Sistem Teknologi Informasi (TI) Alfamart yang menyeluruh, Sistem logistik dan manajemen persediaan dan Bisnis pelanggan dari Membership,” pungkas Andriansyah.

Silakan klik Alfamart untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya.