19 tahun perjalanan Hendy Setiono sebagai entrepreneur muda sejak mendirikan Kebab Baba Rafi (KTBR) di tahun 2003. Kini, Kebab Baba Rafi telah berkembang menjadi grup perusahaan kuliner dan franchise F&B, dengan bendera Baba Rafi Enterprise. Perusahaan ini mengoperasikan 1.300 lebih gerai lebih Kebab Baba Rafi. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lainnya.

Meski merasakan efek pandemi, Kebab Turki Baba Rafi memiliki siasat dengan terus  untuk melakukan inovasi bisnis ke arah digital agar bisnis tak merugi. Karena dalam 2 tahun terakhir muncul berbagai kebijakan pembatasan aktivitas orang yang di sisi lain justru merugikan pelaku bisnis secara konvensional.

"Saat pandemi saat itu kami mengubah sistim penjualan dengan sistim online, Konsumen juga berubah kini lebih memilih untuk hidangan yang sudah siap melalui sosial media," papar Hendy Setiono, CEO Kebab Turki Baba Rafi.

Berkat inovasi nya, Kebab Turki Baba Rafi mendapat penghargaan Top Opportunity Award 2022 yang di prakarsai Tras N Co Indonesia dan Franchiseglobal.com. Menurutnya penghargaan ini menjadi kebanggan tersendiri bagi seluruh tim dan stakeholder Kebab Turki Baba Rafi, tentu saja ini lantaran kerja keras semua tim, manajemen, serta para mitra bisnis dan pelanggan KBTR.

“Disamping itu Franchiseglobal.com dan Tras N Co yang mengadakan event penghargaan ini, sebagai bentuk dan pelaku pebisnis waralaba yang berkembang dan mampu bertahan terutama di masa pandemi saat sekarang ini, jadi ini harus diapresiasi dan kita selalu bangga menjadi penerima nya,” ucapnya Ketika di wawancarai Franchiseglobal.com.

Baginya dengan adanya pandemic Covid 19 ini dengan kondisi yang sulit ini menerapkan dengan sistim online yang tentu saja menjadi kunci keberhasilannya hingga saat ini. Adaptasi dengan sistim online adalah cara bertahan dan eksis di kondisi saat pandemi.

Kebab Turki Baba Rafi sebagaimana kita ketahui telah bertransformasi dengan berbagai merek dibawah naungan Baba Rafi Enterprise seperti NGIKAN, NYAPII, MENANTEA, dll. Merek-merek tersebut bagian bagaimana cara Baba Rafi adaptif dan mampu bisa beroperasi hingga saat ini. Ternyata dengan hadirnya merek tersebut membuat bisnis ini bisa bertahan dan bertumbuh  hingga tahun ini

“Dimasa endemi sekarang tentu konsumen sudah beraktifitas lagi ke offline, tentu ini menjadi perubahan gaya hidup baru yang kita  sudah ikuti peruibahan ini, konsumen sudah ingin dilayani secara personal excellent, jadi kunci bisnis dapat bertahan di masa endemi saat ini, yang terpenting harus meningkatkan pelayanan kepada customer dan kualitas operasional wajib dijaga di seluruh store,” pungkasnya.