Tren berbusana syar’i kini telah menjadi bagian gaya hidup yang tidak bisa lepas dalam aktivitas sehari-hari. Peluang ini kemudian secara cerdik dijadikan potensi ekonomi oleh pasangan suami istri Jalal Abdul Nasir dan Temmy Wahyuni yang mendirikan Nibras House. Cikal bakal Brand Nibras sendiri sebenarnya telah dimulai pada 2011 saat memasarkan pakaian gamis melalui distributor dan agen.

CEO Nibras Zaki Jauhar kepada FRANCHISEGLOBAL.COM mengatakan bahwa konsep kerjasama yang ditawarkan pihaknya kepada mitra terbagi kedalam beberapa skema.

“Nibras House sendiri membagi kemitraan tersebut kedalam beberapa kelompok, seperti Nibras House Maxi, Nibras House Midi dan Nibras House Mini. Nah, pengelompokan ini dilihat atau ditinjau berdasarkan ukuran atau luas lahan dari mitra itu sendiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, Nibras House berada dibawah kendali Nibras Group yang memiliki empat brand dagang, yakni Nibras, Alnita, Hai Hai dan Nibras Hijab.

“Untuk setiap brand tersebut mempunyai nilai investasi yang beragam. Contohnya apabila mitra ada yang ingin bergabung melalui Brand Nibras, maka nilai investasi yang kami patok pada kisaran Rp100 juta. Kemudian untuk Alnita dan Hai Hai kami bandrol dengan besaran yang sama Rp75 juta. Lalu Nibras Hijab Rp40 juta,” ungkapnya.

Adapun untuk paket bundling keempat brand tersebut, Zaki memasang harga Rp150 juta hingga Rp200 juta. Sementara bagi distributor yang ingin langsung mendirikan outlet Nibras House plus empat brand sekaligus nilai investasinya sekitar Rp400 juta sampai Rp500 juta.

“Peluang bisnis ini besar sekali, sebab Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, otomatis demand-nya juga besar. Kemudian pemainnya juga belum banyak dibandingkan dengan marketnya, jadi opportunity yang masih sangat luas,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Zaki menyebut perkiraan omset yang bisa didapat distributor dalam sebulan mencapai angka Rp12 miliar.

Soal target 2019, bos Nibras ini menyebut bakal membuka tak kurang dari 250 gerai di berbagai kota di Tanah Air.

“Kami yakin bisa terwujud, mengingat sambutan pasar yang cukup baik dan juga potensi market di Tanah Air yang sangat besar,” tutupnya.